BBRMP Sulbar Hadirkan Pembelajaran Pertanian Nyata bagi Siswa RA Al-Chaeriyah Ma’arif
MAMUJU-Sebagai wujud komitmen dalam memperluas wawasan siswa tentang alam dan lingkungan sekitar, Raudhatul Athfal (RA) Al-Chaeriyah Ma’arif Simboro melaksanakan kegiatan kunjungan edukasi ke Taman Agromodern Balai Besar Modernisasi Pertanian (BBRMP) Sulawesi Barat, Kamis (30/01).
Kegiatan ini diikuti oleh 80 siswa. Melalui kunjungan edukatif tersebut, para siswa diajak untuk mengenal lebih dekat berbagai jenis tanaman yang dibudidayakan di kawasan taman agromodern. Selain itu, siswa juga berkesempatan melihat secara langsung benih padi yang terdapat di Gedung Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS), sekaligus mendapatkan penjelasan mengenai peran benih padi sebagai tahap awal dalam proses produksi beras yang menjadi sumber pangan utama masyarakat.
Sebagai bagian dari pembelajaran berbasis praktik, para siswa juga mengikuti kegiatan pengolahan lahan, persemaian, dan penanaman. Dengan pendampingan tim BBRMP, anak-anak diperkenalkan pada tahapan awal budidaya pertanian, mulai dari pengolahan media tanam, proses persemaian benih, hingga praktik penanaman tanaman hortikultura seperti terong, kangkung, dan cabai. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar secara langsung dan menyenangkan agar siswa dapat memahami proses budidaya tanaman pada tahapan awal.
Kepala RA Al-Chaeriyah Ma’arif Simboro, Kartini Tahir, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi kurikulum sekolah yang menekankan pembelajaran berbasis pengalaman nyata.
“Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pembelajaran yang aplikatif kepada anak-anak, khususnya dalam pengenalan tanaman dan dunia pertanian pada tahapan awal,” jelasnya.
Sementara itu, Marwayanti Nas, selaku Ketua Tim Kerja Layanan Penerapan Modernisasi Pertanian BBRMP Sulawesi Barat, bersama tim menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak sekolah yang telah memilih BBRMP sebagai lokasi kunjungan edukasi. Ia berharap kegiatan ini dapat berkontribusi dalam menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap lingkungan serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya sektor pertanian bagi kehidupan.
Melalui kunjungan edukasi ini, diharapkan dapat tumbuh rasa cinta dan kepedulian anak-anak terhadap dunia pertanian. Mengingat pertanian merupakan sektor yang sangat vital bagi keberlangsungan hidup manusia, pengenalan pertanian pada tahapan awal menjadi langkah strategis dalam menumbuhkan kesadaran dan motivasi generasi muda. Oleh karena itu, kerja sama antara lembaga pendidikan dan instansi teknis diharapkan dapat terus ditingkatkan guna mendukung kurikulum pembelajaran yang lebih interaktif, kontekstual, dan nyata bagi para siswa.(MN/SYH)